|
12-04-2009, 12:25 AM
|
#2981 | |
|
kaskus addict
UserID: 619862
Join Date: Dec 2008
Location: C:\WINDOWS\system32
Posts: 1,236
![]() |
Quote:
Coba cari di daerah Gadok deh... mungkin lagi nongkrong disono
|
|
|
12-04-2009, 10:15 AM
|
#2982 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
krikkk...krikk...krikk... mmm padepokan sepi banget, sampai2 suara jangkrik jelas kedengaran para pendekar pada kemana ya? |
|
12-04-2009, 10:18 AM
|
#2983 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
bingung nih.... mau ngapain ya sendirian di padepokan..... ahh iya mendingan kekamar tempat penyimpanan kitab2 WS, masih banyak yang belum tamat nih bacanya..... |
|
| Sponsored Links |
12-04-2009, 10:22 AM
|
#2984 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
Sabda Pandita Ratu
“Adalah suatu kebetulan yang mana tusukan karang yang dilancarkan kearah jantung Wiro meleset karena terhantam batu hitam sakti yang tak sempat diambil oleh sinto gendeng dan masih berada dalam tubuh Wiro. Namun Walaupun karang runcing tersebut tak mengenai jantung sang pendekar, tentu saja hal ini tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. Maka sebelum kehilangan kesadarannya, Sang pendekar dengan mulut berbusahan masih sempat mengucapkan basmalah tiga kali sebelum menutupnya dengan mengucapkan ajian Meraga Sukma! Sementara itu saat kepala sang pendekar terkulai jatuh, tanpa diketahui oleh orang-orang mataram yang saat itu sedang bertarung, dibalik semak belukar dan kerapatan kabut di empat penjuru, terlihat empat orang berkerudung dan berjubah hitam sama-sama mengepalkan tinjunya dan langsung menghantamkan kepalannya ketanah! Lalu dari tanah retakan hasil pukulan keempat orang berjubah dan berkerudung hitam tersebut tiba-tiba munculah dinding angin yang berputaran dari empat penjuru yang langsung menutupi wilayah sejauh seratus tombak dimana Wiro dan orang yang membokongnya berada! Dinding angin inilah yang membuat Ratu Randang bertiga terjengkang saat hendak menolong Wiro!” |
|
12-04-2009, 10:29 AM
|
#2985 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
Sabda Pandita Ratu kitab.1
Seperti dikisahkan sebelumnya dalam episode Kematian Sang Pendekar, Datuk Rao Pangeran Peto Alam yang merupakan tunggangan Datuk Rao Basaluang Pitu mengalami serangan bertubi-tubi dari seekor Kelelawar Hitam Raksasa dibantu Ratusan jin berjubah dan bermuka hitam serta Jin-jin Lainnya yang berjubah dan bermuka putih. Pertarungan yang tidak seimbang tersebut memaksa DatukRao Basaluang Pitu dan yang lainnya yang saat itu berada dalam Bola Lingkaran Saluang harus keluar dari Ruangan Tanpa Batas Tanpa Daya. Begitu keluar dari Ruang Tanpa Batas Tanpa Daya, kelima orang yang saat itu berada di angkasa terbuka kontan jatuh meluncur kebumi! Namun dengan kesaktian yang dimiliki Saluang Dewa, Ning Rakanini dan kawan-kawannya yang melesat jatuh akhirnya bisa diselamatkan. Datuk Rao Basaluang Pitu juga kemudian berhasil menundukkan Kelelawar Hantu dan Para Pengawal Istana Langit dengan menggunakan tembang yang tertulis dalam Kitab Aksara Kidung Langgeng Smaradhana. Kelelawar Hantu sendiri pada dasarnya sudah semenjak lama keluar dari kerajaan atap langit bersama para Pengawal Istana Langit untuk mencari Penguasa Istana Atap Langit dan Ken Parantili. Namun jejak Penguasa Atap Langit maupun Ken Parantili seakan-akan hilang ditelan bumi. Terakhir kalinya Kelelawar Hantu mengetahui jejak Ken Parantili adalah saat Selir Istana Atap Langit ini melahirkan bayinya ditemani oleh Jaka Pesolek. Sang Kelelawar juga sempat melindungi bayi dalam guci tersebut kala beberapa ekor anjing jelmaan Delapan Sukma Merah berusaha merebut bayi dalam guci tersebut dari tangan Resi Kalijagat Ampusena di hutan jati tempat kediaman Nenek Katai Ning Rakanini Penguasa Rumah Ketentraman dan Keselamatan. (silahkan membaca episode: Jabang Bayi Dalam Guci) Pada saat itu sebenarnya Kelelawar Hantu ingin merebut bayi dalam guci tersebut guna dibawa ke istana atap langit di puncak Semeru, Namun kemunculan Dirga Purana di tempat itu cukup membuat Penjaga Istana atap Langit ini harus berpikir panjang sehingga membiarkan bayi Ken Parantili untuk sementara berada di tangan Resi Kali Jagat Ampusena. Setelah beberapa lama Kelelawar Hantu akhirnya menyirap kabar bahwa bayi tersebut sudah berada di tangan orang lain, saat Kelelawar Hantu datang bersama rombongan jin Pengawal Hitam-Putih, Bayi tersebut ternyata sudah dibawa oleh Datuk Rao Basaluang Pitu dan yang lainnya kedalam Ruang Tanpa Batas Tanpa Daya untuk selanjutnya diserahkan pada Dewi Langit Bunga Tanjung dan Mimba Purana! Kelelawar Hantu dan Jin Hitam-putih yang datang terlambat akhirnya melampiaskan kemarahannya pada Datuk Rao Pangeran Peto Alam yang saat itu sedang memikul bola Lingkaran Saluang yang berisi Datuk Rao Basaluang Pitu dan yang lainnya. Datuk Rao Basaluang Pitu akhirnya bisa mengatasi Serangan Kelewar Hantu dan para jin Pengawal Istana Atap Langit sekaligus memberi pengertian bahwa bayi Penerus istana atap Langit tersebut sesungguhnya dibawa ke Istana Langit untuk digembleng dengan ilmu kesaktian dan kepandaian tingkat tinggi. Akhirnya setelah berhasil memberi pengertian kepada Para Penghuni Istana Atap Langit ini, Datuk Rao Basaluang Pitu lalu mengajak mereka semua yang saat itu masih berada diangkasa untuk segera turun guna membantu Sri MahaRaja Mataram dan Ksatria Panggilan menghadapi Jenazah Simpanan dan para Laskarnya. Kedatangan kelima orang tersebut bersama dengan Kelelawar Hantu dan para Jin Pengawal Istana Atap Langit tentu saja memberikan bantuan yang amat besar terhadap Ratu Randang dan kawan-kawannya yang sudah kepayahan karena bertempur habis-habisan. Sementara itu Wiro yang turun dari langit bersamaan dengan turunnya Kelelawar hantu dan rombongan Datuk Rao Basaluang Pitu langsung menyusup ke dalam tanah dengan menggunakan ilmu yang diberikan oleh Kakek Kumara Gandamayana guna menolong Raja Mataram yang ditarik kedalam tanah oleh Dirga Purana dan Hantu Bara Kaliatus. dengan menggunakan Ilmu Tangan Dewa Menghantam Api dan Pukulan Dibalik Bukit Memukul Halilintar, Sang Pendekar akhirnya bisa menghalau Dirga Purana dan Hantu Bara Kaliatus dan membawa Raja Mataram kembali ke permukaan. Sesampainya diatas tanah dilihatnya Ratu Randang dan kawan-kawan lainnya sedang bertempur bersama Kelelawar Hantu dan para Pengawal Istana Atap Langit melawan Lakarontang dan anak buahnya. dilihatnya juga empat orang yang turun bersama dengan Arwah Ketua dan Kelelawar Hantu tampak turut serta menggempur kekuatan Laskar Lakarontang! Sang Pendekar kemudian memapah Sri MahaRaja Mataram kedekat Kumara Gandamayana yang nampak memejamkan mata. “Bagaimana keadaan Yang Mulia…? Apakah Yang Mulia terluka…?” tanya Sang Pendekar sembari memperhatikan Raja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala yang nampak terbatuk-batuk. “Aku tidak apa-apa Ksatria Panggilan… nafasku hanya sedikit sesak akibat cekikan makhluk keparat itu! Sebentar lagi aku akan segera bergabung dengan kalian… cepatlah pergi bantu kawan-kawanmu… biarkan aku beristirahat sebentar disini…” ucap Sang Raja seraya menyandarkan punggungnya ke dinding keraton. Wiro memandang suasana pertempuran yang berlangsung. Dilihatnya kawan-kawannya beserta Kelelawar Hantu dan laskar Pengawal Atap langit dibantu Lima orang yang lainnya perlahan-lahan mampu menekan bahkan mendesak Lakarontang dan Laskarnya. Sang Pendekar memalingkan wajahnya kearah Sang Raja. “Aku harus membalas kematian SakuntalaDewi dan Ni Gatri Yang Mulia…” desis Sang Pendekar. Sang Raja tampak mengagukkan kepalanya. “Keadaan sudah agak membaik, memang sudah seharusnya kau membunuh kedua orang itu Ksatria Panggilan…” ucap Sang Raja. Sang Pendekar pun langsung melesat menyelusup kedalam tanah dengan menggunakan ilmu yang diberikan Kumara Gandamayana. Namun sejauh yang dapat ditembusnya tidak dilihatnya bayangan Dirga Purana maupun Hantu Bara Kaliatus. Sang Pendekar pun mengerahkan ilmu menembus pandang pemberian Ratu Duyung namun keberadaan Dirga Purana dan Hantu Bara Kaliatus tetap tidak dapat ditemukannya. Sang Pendekar menggeram kesal lalu segera melesat keatas. namun saat tubuhnya baru melesat keluar dari dalam tanah, tiba-tiba didengarnya Jaka Pesolek berteriak keras kearahnya. “Sang Hyang Jagatnatha…!” Sementara itu Sang Pendekar pun melihat Ratu Randang, Kunti Ambiri serta Raja Mataram memandang dirinya dengan pandangan terpana! “Wiro…!” teriak mereka bersamaan seraya berlari memburu kearahnya. Sang Pendekar mengkerutkan kening saat melihat kelakuan mereka yang dianggapnya aneh. Wiro hendak berucap namun dirasanya mulutnya terasa penuh. Rasa asin bercampur asam terasa memenuhi mulutnya hingga tanpa sadar Sang Pendekar tersedak. “Darah…” desis Sang Pendekar seraya menyeka mulutnya yang belepotan. Wiro tiba-tiba merasakan sesuatu mengalir dalam tubuhnya. |
|
12-04-2009, 10:30 AM
|
#2986 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
Sabda Pandita Ratu kitab.1
Sesuatu yang hidup! Saat Sang Pendekar menundukkan wajahnya kebawah, dilihatnya ujung runcing sebuah karang tajam berwarna kebiruan yang anehnya memancarkan warna merah berpendar terhujam keluar menembus ulu hatinya! “Gusti Allah…” desis Sang Pendekar menyebut Nama Sang Khalik! Pada detik tersebut Wiro baru menyadari bahwa seseorang telah membokongnya dari belakang! Dengan tangan bergetar Wiro berusaha memegang ujung karang runcing yang menyembul keluar dari ulu hatinya namun tangannya sontak terkulai! Mata sang pendekar pun tiba-tiba tampak mulai membeliak keatas diiringi perubahan warna kulit yang mulai berubah merah membara serta mengepulkan asap tipis! “Wiro…!” teriak Kunti Ambiri dan yang lainnya kala melihat tubuh Wiro nampak bergetar keras, Dari mulutnya yang tampak berbusa nampak bibir Wiro bergerak-gerak lemah sebelum akhirnya kepala sang pendekar terkulai kebawah! Melihat keadaan Wiro yang mengenaskan, Ratu Randang, Kunti Ambiri dan Jaka Pesolek segera berlarian meninggalkan musuh masing-masing guna mendekati Wiro. namun belum lagi mereka berhasil mendekati Sang Pendekar, serangkum angin berkekuatan dahsyat membuat mereka bertiga terjengkang! Sebenarnya apa yang terjadi? Kiranya saat ketiga orang sahabat Wiro ini bergerak berusaha mendekati Wiro, tiba-tiba saja muncul angin berputar yang entah datang darimana langsung menutupi wilayah dimana Sang Pendekar berada sejauh seratus tombak! Ratu Randang bergerak memapah bangun Jaka Pesolek “apa yang terjadi Kunti? Darimana datangnya dinding angin aneh ini?” Tanya Ratu Randang kepada Kunti Ambiri yang juga telah beranjak bangkit. “entahlah Ratu, kita terlalu mengkhawatirkan Wiro sehingga tidak memperhatikan keadaan sekitar…” ucap Kunti Ambiri alias Dewi ular sembari memperhatikan pusaran angin aneh yang menutupi wilayah seputar Wiro berada. pusaran angin tersebut cukup menghalangi pandangan sehingga membuat mereka tidak bisa melihat dengan jelas keadaan Wiro saat itu. “angin sialan! Aku tidak bisa melihat jelas siapa yang membokong Wiro dari belakang! Angin ini terlalu kencang” Keluh Jaka Pesolek. Angin yang berhembus di sekeliling tubuh sang pendekar memang berputar sedemikian kencangnya sehingga tubuh sang pendekar hanya terlihat samar. Jika diperhatikan keadaan Wiro saat itu sang pendekar tidak ubahnya berada di tengah poros badai! sementara itu nampak Sri mahaRaja Mataram Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala beranjak mendekati ketiga sahabat Wiro tersebut.” Bagaimana keadaan kalian, apakah kalian terluka?” Tanya sang raja. “kami tidak apa-apa yang mulia, bagaimana dengan yang mulia sendiri?” balas Ratu Randang. Raja Mataram nampak menarik nafas berat. “jika saja Ksatria Panggilan tidak menolongku keluar dari dalam tanah mungkin aku tidak akan bisa tertolong lagi…”ucap sang raja dengan berat “ keadaan Wiro saat ini amat mencemaskan! kita harus bisa menembus pusaran angin tersebut dan menolong Wiro! “ seru Jaka Pesolek khawatir. “mari kita coba membobol dinding angin itu dengan pukulan sakti! aku tak percaya dinding angin ini tidak bisa ditembus!” geram Ratu Randang sembari memberi kode dengan lirikan mata kepada Kunti Ambiri. Kunti Ambiri yang mengerti arti pandangan Ratu Randang segera persiapkan satu pukulan sakti guna bersama-sama Ratu Randang menggempur dinding angin yang mengurung Wiro! Sesaat lagi kedua perempuan sakti tersebut hendak melepaskan pukulan sakti masing-masing, tiba-tiba saja Raja Mataram menahan kedua pundak Ratu Randang dan Kunti Ambiri. “Tahan Pukulan Kalian! Lihat sesuatu terjadi dalam pusaran angin!“ kedua orang wanita yang bersiap melepaskan pukulan sakti tersebut dengan gemas terpaksa menarik ilmu pukulan sakti yang sekiranya akan segera dilepaskan kearah Pusaran angin. Keduanya kemudian memperhatikan pusaran angin dengan seksama. Pusaran angin yang berputaran kencang memang tidak bertambah pelan, namun akibat kecepatan yang semakin bertambah pemandangan dalam poros angin mulai terlihat samar-samar “astaga…! Bukankah orang yang sedang bertarung dalam pusaran badai itu Wiro…? Tapi bagaimana mungkin bisa ada dua orang Wiro?” desis Kunti Ambiri terkejut. “tidak mungkin…! Lihat siapa orang yang dilawan Wiro!“ teriak Ratu Randang kencang! “Sang Hyang Jagatnatha…! Bukankah itu makhluk tengkorak yang mengaku bernama Jenazah Simpanan! tapi bagaimana bisa dia berada dalam pusaran angin bersama Wiro? Bukankah kita sudah menghantamnya dengan telak?” teriak Jaka Pesolek terheran-heran. Sri mahaRaja Mataram, Ratu Randang dan yang lainnya sontak memandang balik kearah sosok Sangkala Darupadha yang terbujur diatas tanah. Namun yang dilihat mereka hanyalah sosok besar raja jin hutan roban yang saat itu sedang ditunggui oleh Arwah Ketua, sementara sosok Lakarontang sendiri telah lenyap! * * * |
|
12-04-2009, 05:20 PM
|
#2987 |
|
kaskus addict
UserID: 726305
Join Date: Mar 2009
Location: http://alturl.com/magy
Posts: 2,934
![]() |
met sore kisanak semua .... newbeee neh ... ![]() ane mau nanya kisah nya wiro yang setelah di jodohkan sama intan (ratu duyung) kok belum ada kelanjutannya , yak ?? jadi kimpoi nggak ehhh nikah nggak si wiro tuh ... ?? ada info nya ?? (kisah terakhir yang ada kaitannya itu no. 164 -> JandaPulauCingkuk , tapi habis itu nggak ada sambungannya), please kisanak semua ..... ![]()
|
|
12-04-2009, 08:19 PM
|
#2988 | |
|
kaskuser
UserID: 604713
Join Date: Nov 2008
Location: di sini
Posts: 234
![]() |
Quote:
|
|
|
12-04-2009, 09:40 PM
|
#2989 | |
|
kaskus addict
UserID: 726305
Join Date: Mar 2009
Location: http://alturl.com/magy
Posts: 2,934
![]() |
Quote:
belum ada kelanjutannya ?? mohon info para
kisanak sekalian ....salam 212 |
|
|
12-04-2009, 11:06 PM
|
#2990 | |
|
kaskuser
UserID: 439276
Join Date: Apr 2008
Posts: 301
![]() |
Quote:
wiro sm intan lagi main jet-ski, jadi tunda menikah hihi |
|
|
13-04-2009, 08:54 AM
|
#2991 |
|
kaskuser
UserID: 488679
Join Date: Jun 2008
Location: Ujung Timur Jawa
Posts: 151
![]() |
Hehe..teh dewi ini ada2 aja. Kasian khan sobat maniax jadi tambah
ngga jelas. Gini sobat maniax, yang bener itu, wiro ngga jadi nikah karena tertunda Pemilu....hallaah.. ![]() ![]() Gini aja, kita udah pernah membahas hal itu di thread ini, cuma lupa ada di hal brp. Tapi kayanya kalo udah ngunjungi alamat spt katanya sobat cahsableng, mestinya juga udah tau lho... Smentara itu saya mau bersih2 teras ah... kali aja ada sobat pendekar lain yang datang bawa makanan plus minuman lengkap sama pencuci mulutnya...hehe maksa... ![]()
|
|
13-04-2009, 09:19 AM
|
#2992 | |
|
kaskus holic
UserID: 281638
Join Date: May 2007
Location: Jakarta
Posts: 765
![]() |
Quote:
lagi lewat eh liat sobathuybee lagi bersih2 teras...sampurasun.....sori nih sobat daku dimari ga bawa apa2..... ![]() biar ga diomelin langsung ngacir bersih2 ruang latihan ah....... piss ya..... |
|
|
13-04-2009, 09:24 AM
|
#2993 | |
|
kaskus holic
UserID: 281638
Join Date: May 2007
Location: Jakarta
Posts: 765
![]() |
Quote:
trus sering2 deh dimari....... ![]() ![]() piss dulu brow....... |
|
|
13-04-2009, 10:02 AM
|
#2994 |
|
kaskuser
UserID: 488679
Join Date: Jun 2008
Location: Ujung Timur Jawa
Posts: 151
![]() |
Hoshh..hoshh.. Selesai dah, terasnya. Wah haus nih...sayang, sobat Fuji datengnya 'garingan'...jadi ngga ada yang bisa disedot tuh. Kalo gitu saya tak masak air dulu ah didapur, siapa tau ada yang mau diwedangi... Sambil nunggu air mendidih, latihan dulu ah... hup..hup. Last edited by huybee; 13-04-2009 at 10:10 AM.. |
|
13-04-2009, 10:55 AM
|
#2995 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
met pagi menjelang siang sobat semuanya.... wahhh udah mulai rame nih padepokan... untuk tadi sebelum kepadepokan mampir di warungnya tukijem..... beli ketan dan pisang goreng juga kopi gingseng ![]() ![]() ![]() sori sobat mau beli tuak kata tukijem
habis......![]() silahkan sobat... mudah2an yang datang belakangan bawa nasi bungkus ![]() ![]() ![]() ![]()
|
|
13-04-2009, 10:56 AM
|
#2996 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
met pagi menjelang siang sobat semuanya.... wahhh udah mulai rame nih padepokan... untunk tadi sebelum kepadepokan mampir di warungnya tukijem..... beli ketan dan pisang goreng juga kopi gingseng ![]() ![]() ![]() sori sobat mau beli tuak ![]() ![]() kata tukijem
habis......![]() silahkan sobat... mudah2an yang datang belakangan bawa nasi bungkus ![]() ![]() ![]() ![]()
|
|
13-04-2009, 11:17 AM
|
#2997 |
|
newbie
UserID: 791049
Join Date: Apr 2009
Location: Bhumi Sriwijaya
Posts: 1
![]() |
![]() ![]() ![]() ![]()
Last edited by kosong'21; 13-04-2009 at 11:53 AM.. |
|
13-04-2009, 11:55 AM
|
#2998 | |
|
kaskuser
UserID: 719535
Join Date: Mar 2009
Location: Kota Bitung
Posts: 159
![]() |
Quote:
btw gak ada nasi bungkus nih... yang ada cuma getuk mau?
|
|
|
13-04-2009, 12:02 PM
|
#2999 | |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
Quote:
pantesan habis.. truss dewa tuaknya arah kemana?atau jangan2 sobat F.R nyogok dewa tuak nih biar besok malem bisa nobar dengan murid dewa tuak di stampord brige...... ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() dari pada keroncongan dan udah males turun ke warung tukijem embat aja nih getuk..... thx sobat |
|
|
13-04-2009, 12:04 PM
|
#3000 |
|
aktivis kaskus
UserID: 594632
Join Date: Nov 2008
Location: Batang Hari
Posts: 514
![]() |
silahkan masuk kisanak.... jangan sungkan2.... |
|