|
02-04-2009, 10:32 AM
|
#2861 |
|
kaskus holic
UserID: 281638
Join Date: May 2007
Location: Jakarta
Posts: 765
![]() |
lam kenal sobataylin.....sering2 ke sini yah temenin daku......![]() tetep...piss |
|
02-04-2009, 12:55 PM
|
#2862 |
|
kaskuser
UserID: 488679
Join Date: Jun 2008
Location: Ujung Timur Jawa
Posts: 151
![]() |
Slamat siang sobat smua.. Buat sobat kingthunder saya juga mengucapkan turut berbela sungkawa. Smoga anda dan kluarga diberi ktabahan... Smoga yang meninggal mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya... Buat sobat Fuji, kayanya mulai genit nih sama si aylin... Ati2 kena kutukan kaya sobat kita yang satu itu...hehe Ngomong2, salam kenal jugalah buat sobat aylin.... (halaaah..) |
|
02-04-2009, 12:56 PM
|
#2863 | |
|
kaskuser
UserID: 719535
Join Date: Mar 2009
Location: Kota Bitung
Posts: 159
![]() |
Quote:
Siang2 begini, lagi panas2nya, pasti sobat fuji kehausan, nih gue bawain ![]() double
biar menyegarkan tenggorokan.Sobat Fuji... gue juga nggak sabar nunggu... tapi apa daya, kemarin gue kontak sama bro hazeman katanya lagi ada tugas maha mendadak, jadi dipending dikiiitt aja katanya. Sebel deh ..... ![]() ![]() ![]()
|
|
|
| Sponsored Links |
02-04-2009, 01:02 PM
|
#2864 | |
|
kaskuser
UserID: 719535
Join Date: Mar 2009
Location: Kota Bitung
Posts: 159
![]() |
Quote:
Kalo bisa janganlah membuat daku mengingat kenangan buruk itu, tidak cukupkah penderitaanku dengan kutukan tak terperi. Oh...nasib...nasib Tapi kalo ada sobat aylin... ibarat sekuntum bunga yang menghiasi lebah2 padepokan. Rasanya kutukan itu bisa ilang dengan adanya titisan Dewi Bunga tanjung... hi...hi...hi... Salam kenal cc aylin. Terima kasih sudah mau menerima salamku dengan senyumannya (yeeee.... SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) |
|
|
02-04-2009, 04:54 PM
|
#2865 |
|
kaskus holic
UserID: 281638
Join Date: May 2007
Location: Jakarta
Posts: 765
![]() |
wah dah sore....... seharian nongkrong di padepokan,
kayaknya daku harus ngacir pulang dulu......soalnya ada tugas maha
penting....maklum malam jum'at bo'.........![]() ![]() sobatF.R tolong jagain padepokan ya.... piss.....and doain ya..... |
|
02-04-2009, 06:53 PM
|
#2866 | |
|
kaskus maniac
UserID: 296142
Join Date: Jul 2007
Location: dekat kolong jembie
Posts: 4,088
![]() |
Quote:
mungkin ane bisanya ampe jam sembilan doang |
|
|
02-04-2009, 08:40 PM
|
#2867 |
|
newbie
UserID: 595770
Join Date: Nov 2008
Posts: 63
![]() |
malam pendekar ijin ikut nemenin di padepokan mau latihan sambil jaga khan pada malam jumatan |
|
03-04-2009, 12:48 AM
|
#2868 |
|
newbie
UserID: 744209
Join Date: Mar 2009
Posts: 24
![]() |
Di sebuah lereng di Puncak Gunung Gede, dalam pondok
nan asri, dalam ruangan terlihat tertata rapi, dinding terbuat dari
jati terpampang lukisan seorang lelaki gagah disebelah kirinya terlihat
jelas seorang wanita nan cantik bak seorang bidadari berambut pirang,
telihat lesung pipit mengiasi senyumnya dengan bibir tipis yang indah,
diapit kedua orang itu berdiri seorang anak kira-kira seusia lima tahun
berpakaian hijau, begitu tampak bagus lukisan itu, ruangan pondok
sangatlah indah dan tampak terawat rapi. Dalam ruangan duduk seorang
lelaki yang tidak lain adalah Wiro Sableng Pendekar 212, disebalahnya
tentulah istri yang dicintainya, jikalaulah diamati wanita ini
terlihatlah ketegasan dan kekerasan hatinya tetapi itu tidak
mempengaruhi kecantikan dan keanggunannya, duduk dengan memangku buah
hatinya yang lucu, cantik berbaju hijau, tetapi anehnya anak kecil ini
meski ada kemiripan dengan wajah sang ibu, tetapi jika dilihat sekilas
wajahnya juga hampir mengingatkan pada seorang gadis bernama Kunti
Ambiri (Dewi Ular) yang dulu menjadi musuh besarnya dan sempat
membunuhnya pula lalu menjadi sahabat yang sangat disayangi dan
dikasihinya (Harap Baca Petualangan Wiro di Mataram Kuno, siapa
adanya Kunti Ambiri). Itu pulalah yang menjadi pemikiran wanita di
depannya. Saling berhadapan tampak duduk seorang lelaki yang tidak kalah
gagahnya, dikirinya seorang wanita anggun, cantik, dengan bola mata
yang bening, dengan alis yang sedikit tebal mengiasi wajahnya, ditambah
bibirnya yang sensual menambah daya pikat dan kecantikannya, siapakah
kedua orang itu?. Tiada lain yaitu seorang pendekar yang juga pilih
tanding yaitu Mahesa Kelud berserta istrinya Anggini murid si Dewa Tuak.
Mungkin benginlah ketentuan Gusti Allah, selalu membentuk sebuah
pasangan hidup yang saling mengisi kekurangan satu sama yang lainnya. "Sahabatku Mahesa dan kau adikku Anggini... gimana kabar kalian...." Wiro membuka perkataan.. "Seperti yang sahabat lihat, aku dan anggini baik-baik saja tanpa kekurangan satu apapun" sahut Mahesa... "Kakak Wiro dan sahabatku Bidadari Angin Timur lalu gimana keadaan keadaan kalian juga..." potong Anggini... Sambil garuk-garuk kepala sebentar, melirik ke sebelah istrinya yang tidak lain adalah Bidadari Angin Timur............"Aku dan istriku begini keadaanya, masih bisa kentut, kencing, dan kau lihat Pandan ketutnya malah besar sekali" kata Wiro sambil mencubit anak yang disayanginya lalu... "ini kentutnya .... ha ha ha" semua dalam ruangan itu tertawa terkekeh-kekeh.. "Kakak ini, dari dulu tidak berubah saja, sifat konyolnya..." berkata Anggini sambil melirik ke Bidadari Angin Timur. "Kalau dari sananya Sableng ya tetap aja sableng....", potong Bidadari Angin Timuri... tetapi Wiro menyahuti..."Hmm.... Sableng dan tolol begini, tapi dulu ada yang mengejar aku setengah mati.......ha ha ha ha..." Wiro tersenyum sambil garuk-garuk kepalanya sekali lagi. Anggini melirik sebentar pada Mahesa Kelud dan tampak Bidadari Angin Timur mencubit pinggang suaminya.... "Lalu... gimana dengan Nenek Sinto... kakak..." tanya Anggini "Hmmm sejak gegernya dunia persilatan dan berakhirnya Kerajaan Perut Bumi, enam tahun lalu, Eyang Sinto lebih memiliih menjadi pertapa dan mundur dari hingar bingarnya dunia persilatan, dan aku memilih menetap di Gunung Gede..., setelah Pandan melahirkan Sekar selama itu aku tidak pernah lagi tahu keadaan dunia persilatan, saat ini keluargaku jauh lebih penting, karena setiap saat ada saja tokoh-tokoh dunia persilatan yang datang ke sini, menantang, membalas dedam, tapi Gusti Allah masih melindung keluargaku, aku terlalu banyak musuhnya" demikian penjelasan Wiro. "Lalu kalian sendiri sekarang menetap dimana?"..... "Aku..., setelah pernikahanku dengan kakak Mahesa di kediaman guru, memilih untuk menetap di lereng Puncak Penanggungan, sementara guruku (Dewa Tuak) masih di kediamannya dengan Permani sampai saat ini" Anggini... menceritakan keadaannya. Kemudian suasana menjadi hening sebentar dan Pandan Wangi memulai pembicaraan lagi.. "Gimana sahabatku Anggini, apa kalian nggak kepingin segera punya momongan.....", tanyanya....sambil merangkul Sekar dan mencium rambutnya... "Ya... kalau masalah itu, kami serahkan semuanya pada Gusti Allah...." jawab Anggini lalu menyambung dengan pertanyaan... "Lalu.... kalo boleh tahu apakah kakak Wiro sudah menyirap kabar, dimana beradanya anak kakak dengan sahabat Intan (Ratu Duyung).... yang tempo dulu hilang misterius...dan", "entah dimana kini beradanya....." Suasana tampak hening seketika, terlihat pula Wiro dari ekspresi wajahnya menujukan kesediahan yang mendalam lalu beberapa kali menarik nafas dalam-dalam, seperti terlihat ada beban dalam musibah ini. Memang kenangan percintaannya bersama Intan (Ratu Duyung) seolah muncul lagi dalam angannya, suka, duka. Bagimanapun dia yang tadinya hanya mengasihi gadis itu, tetapi bayangan cinta dan kasih Intan yang tulus apalagi budi dan pertolongannya membuat hatinya luluh dengan ikatan perjodohan itu, terlebih setelah Intan menemui ajal dengan cara yang sama sekali tidak dikehendakinya, dia begitu terpukul, juga terbayang lagi bagaimana liku-liku percintaannya dengan Bidadari yang sangat dicintainya itu, yang seolah keduanya waktu itu jika bertemu selalu ingin menghindar karena kekerasan hati keduanya, padahal dalam hati masing-masing berharap ingin selalu bersama membagi suka dan duka. Namun demikianlah perasaan hati, untuk menutupi perasaan cintanya itu, sehingga ke-akuannyalah yang didahulukan. Sekali lagi terlihat Wiro menghela nafasnya....melihat hal ini Pandan Wangi tahu dan segera memberikan penjelasan.... "Itulah Anggini, beberapa tahun terakhir kami mencoba untuk mencari dan menyirap kabar, tapi kami seperti putus asa, entah gerangan siapa yang membawa anak kami itu......, takdir sepertinya masih belum mempertemukan...., tampak ada rasa tulus dan polos Pandan Wangi mengucapkan itu, meski anak itu adalah hasil perkimpoian antara Wiro dengan Intan..... Sore itu berempat mereka tengah asyiknya mengobrol, saling membagi suka dan duka, menceritakan pengalamanya masing-masing, tanpa terasa matahari mulai condong ke barat, sinar kekuning-kuningan terlihat jelas, awan putih berarak dari timur ke barat menambah keindahan di tempat itu, hawa sejuk pegunungan terasa menyegarkan, angin berhembus sepoi-sepoi menambah dingin di tempat itu. "Kakak Wiro dan Pandan, hari sudah mulai sore, saya minta pamit dulu..." "Lho... kok keburu amat, tidak menginap di sini saja....." seru Pandan Wangi... "Tidak, sahabat... aku ingin meneruskan perjalanan saja, biar nanti jika kemalaman saya dan Anggini bisa menginap dimana saja...., terima kasih semuannya, ingin rasanya berlama-lama di sini, tapi saya ingin segera menuju ke kediaman kakek Dewa Tuak..." sambung Mahesa. "Ya kalau memang itu kemauan kalian, saya titip salam pada kakek Dewa Tuak" sambung Wiro... Sepeminuman teh sebelum Mahesa dan Anggini beranjak... tiba-tiba di luar terdengar suara membahana, dari segala penjuru angin... "Locianpwe... Pendekar 212, apakah saya bisa menemuimu....", Wiro, Pandan, Anggini dan Mahesa... yang mendengar suara itu bergegas keluar pondok untuk menemui si pemilik suara, tapi betapa terkejutnya kita sampai di luar Pondok mereka tidak menemui siap-siapa... kemudian terdengar sekali lagi satu suara menggema di seantreo Lereng Puncak Gunung Gedhe, daun-daun bergoyang, tanah seperti bergetar, seperti ada siuran angin yang menerpa tubuh mereka yang berada di depan pondok, tetapi anehnya suara itu tidak memekikan telinga. Jelas yang mengeluarkan suara itu adalah orang yang berkepandaian tinggi, dengan ilmu tenaga dalam tingkat tinggi...sekali lagi terdengar.... "Locianpwe... pendekar 212 apakah saya bisa menemuimu..?" dengan suara yang membahana jauh lebih dasyat dari yang sebelumnya.... "Orang asing... silahkan aku di sini...." seru Wiro..., di samping juga berdiri Pandan Wangi, Mahesa Kelud dan Anggini... "Terima kasih Pendekar 212...." Dan tiba-tiba dalam sekejapan mata tampak berdiri sosok tubuh berkepala botak, berbadan agak gemuk dengan pakaian selempang kuning, tasbih besar menggantung di dadanya seperti layaknya seorang biksu, tetapi apakah benar yang berdiri dihadapan Pendekar 212 seorang biksu....?. Lalu orang itu menjura pada Wiro dengan tangan saling ditautkan... "Apakah saya sedang berhadapan dengan Pendekar 212...Wiro Sableng...?" tanya orang di depannya, "Ya benar..., Locianpwe..., aku Wiro... " "Ada keperluan apa sehingga Locianpwe... mencariku...?" "Amitaba..., aku tidak menduga bahwa Pendekar 212 ternyata masih berusia muda dan sudah menggetarkan dunia persilatan dari delapan penjuru angin, sampai ke negeriku di dataran Tibet dan Tiongkok, satu kehormatan bisa bertemu denganmu di sini pendekar" seru Sosok berselepang kuning di depan. "Locianpwe... terlalu membesar-besarkan, aku tidaklah yang Locianpwe kira..., mohon harap mejelaskan apa yang bisa ku bantu, hingga Locianpwe... jauh-jauh menyebarang lautan ke negeri seribu pulau ini..." "Dan harap, Locianpwe... terangan siapa punya nama....." Sementara ketiga orang disebalah Wiro tampak tegak mendengar pembicaraan, dengan semua menatap dalam-dalam ke arah sosok beselempang kuning di depan. "Mohon maaf pendekar, aku Hok Tian Sue datang dari Leh di Himalaya, sengaja keluar dari Biara Himis datang ke sini ... " orang di depannya tidak meneruskan kata-katanya sejenak...kemudian sambil menjura dihadapan pendekar 212.... "Sekali lagi mohon maaf pendekar 212, aku datang kesini untuk menantang pendekar dalam pertarungan yang adil dan ksatria, tanpa merendahkan satu sama lain, nama besar Pendekar sangatlah dikenang di Biara Shaoling di Tiongkok yang menuntunku datang ke sini"... lanjut orang berselempang kuning..., "Hebat..." guman Wiro... jauh-jauh hanya untuk menatangku tanpa satu alasan yang jelas..... (Bersambung) Last edited by mahesa_kelud; 03-04-2009 at 01:06 AM.. |
|
03-04-2009, 12:49 AM
|
#2869 |
|
newbie
UserID: 744209
Join Date: Mar 2009
Posts: 24
![]() |
"Hai orang asing...., kurang ajar kau..., tanpa
sebab menantang suamiku..., cepat minggat dari tempat ini, kalau tidak
mau mampus...." bentak Bidadari Angin Timur dengan pelototkan matanya...
Begitulah memang sifat Bidadari yang lekas naik darah, keras dan segala sesuatunya selalu berbicara dengan hatinya, tidak seperti suaminya, yang makin usia makin bisa mengontrol emosi dan keadaan, sementara Anggini tampak memegang tangannya dan disebalahnya Mahesa dengan tenang mencoba memikir apa yang dimaui oleh orang asing ini. Lalu orang di depan berselempang kuning berkata.... "Amitaba...., maaf saudari..., tahan amarahmu, harap saudari mendengarkan saja...." "** SENSOR **...." tidak sempat dilanjutkan perkataannya karena tangannya sudah keburu dipegang oleh Wiro... "Kakek biksu..., aku tidaklah pantas menerima tantanganmu, melihat ilmumu yang sedalam lautan sitinggi gunung Himalaya manalah aku yang tolol ini berani menerima tantangamu...." jawab Wiro... "Hmmm... pendekar kau terlalu merendahkan diri, mohon sudliah pendekar menerima tantanganku, ku tunggu di hari ke lima belas bulan sepuluh di Pedataran Tengger...." lalu menjura sebentar dan berkelebat laksana kilat. "Hei... kakek tua..." belum sempat dilanjutkan oleh Pandan Wangi karena orang yang dipanggil sudah keburu menghilang ke arah selatan... "Kakang... jangan turuti biksu keparat itu..." sambung Pandan. Dengan membalikan badan Wiro, garuk-garuk kepala lalu memegang bahu istrinya dengan berkata... "Sudahlah Pandan..., hari ke lima belas bulan ke sepuluh masih jauh di depan, aku akan mimikirkan itu nanti, ayo masuk lagi ke dalam..." sambil memandang ke arah Mahesa Kelud dan Anggini lalu mengangguk, melangkah ke dalam Pondok... (Bersambung kalau sempat...) |
|
03-04-2009, 12:50 AM
|
#2870 |
|
kaskuser
UserID: 39432
Join Date: May 2004
Posts: 266
![]() |
salam kenal buat semua pendekar golongan putih,saya
hidangkan khayangan buat pendekar semua
|
|
03-04-2009, 01:02 AM
|
#2871 |
|
kaskus addict
UserID: 423369
Join Date: Mar 2008
Location: where the wind blows
Posts: 1,801
![]() |
awas! jurus kunyuk melempar buah! |
|
03-04-2009, 02:28 AM
|
#2872 |
|
newbie
UserID: 589694
Join Date: Nov 2008
Posts: 19
![]() |
Sampai saat ini filosofi dari Bastian tito dalam
cerita-cerita Wiro Sableng adalah sebuah filsafat khidupan yang sangat
mendalam. Apakah almarhum ini seorang filosof yah? Dalam sebuah cerita dengan judul Meraga Sukma disana dijelaskan cara-cara meraga sukma. Interpretasi gw :Bahasa yang digunakan ini adalah sebuah filosofi manusia dalam mengarungi dunia dan kehidupan dalam menggapai sebuah hakikat kehidupan. Manusia melepaskan jasad dan fisiknya untuk mencapai sebuah kesempurnaan dimana manusia harus melepaskan segala ketergantungannya yang berhubungan dengan duniawi. Pertama : dia melepaskan segala senjata, baju, dll. Kedua : dia harus meninggalkan segala pikiran duniawinya, yang menurut panca inderaitu merupakan situasi tidak mungkin dia lakukan, batu yang merah menyala dan ditemapat sekitarnya adalah sangat panas. Namun sebuah keyakinanlah yang membuat dia harus maju. Wiro rela berkorban untuk keyakinan nya. Ketiga : Segala sesuatu yang dinilai berdasarkan sifat duniawi itu akan membuat penderitaan ternyata belum tentu bersifat derita, namun ternyata dalam semua itu terdapat sesuatu yang menyenangkannya. Simboliknya ada pada ketika dia merasa panas namun setelah itu dia merasakan kesejukan yang lebih, dan kenyamanan, yang lebih dibandingkan sebelumnya. Keempat : ketika manusia telah melepaskan dirinya dalam ketergantungan terhadap dunia maka seharusnya lebih bersikap dewasa dan berpikir jernih dalam menjalani kehidupan. Simboliknya seperti Wiro melihat jasadnya lalu dia memandang dirinya. Siapa yang mengetahui diri manusia selain manusia itu sendiri dan tuhannya. dan Banyak banget kalau harus dijelaskan mungkin Para Pendekar lebih tau banyak. Setiap episode yang beliau bawakan dalam cerita hampir ada kiasan filosofi didalamnya. sebuah cara yang sangat baik untuk memberitahukan pada kita semua.filosofi yang dibawanya adalah filosofi manusia secara umum tidak digolongkan pada perbedaan suku,agama,dan ras. |
|
03-04-2009, 07:58 AM
|
#2873 |
|
kaskus holic
UserID: 281638
Join Date: May 2007
Location: Jakarta
Posts: 765
![]() |
Slamat pagi Smua.....![]() ![]() buka pintu padepokan eh nemuin lembaran2 kata yang bila dibaca kok dalam sekali maknanya....sobatDW boleh saya simpen lembarannya buat panduan pelajaran hidup..... ![]() ![]() masuk ke ruang latihan....ada lagi beberapa carik kertas penuh dengan coretan2 seperti diary.....sobatmahesa boleh saya kumpulkan coretan2 ini.....? masuk ke kamar mandi.......kembali tercium bau pesing yang santar.......ulah siapakah ini......????? piss dulu yo'.... |
|
03-04-2009, 09:39 AM
|
#2874 | |
|
kaskuser
UserID: 719535
Join Date: Mar 2009
Location: Kota Bitung
Posts: 159
![]() |
Quote:
![]() ![]() kebanyakan. Karena tenaga dalam masih
rendah, hilang akal sehatku, kukira Kamar kecil, eh.... Kamar tamu jadi
tempat pelampiasan "Panggilan Alam"PAginya bangun, koq gue ada dirumah (siapa yg ngantar?). Mohon maap bro... Kalo bisa tolong diberesin, Gue lagi sibuk nih, Jadi nggak sempat beres2. \ Plz.... jangan disebarin. Ini cukup rahasia kita saja, ok? Piiizzz ![]() ![]()
|
|
|
03-04-2009, 09:57 AM
|
#2875 | |
|
kaskuser
UserID: 488679
Join Date: Jun 2008
Location: Ujung Timur Jawa
Posts: 151
![]() |
Quote:
Yang pasti tiap habis pipis saya biasa nyiram 5 kali.... Eh iya, asik tuh karyanya sobat MK... Cuma jangan kalo sempat dong sambungannya....keburu kebelet ntar bisa bikin bisul lho.. Jadi harus disempatkan...hehe maksa. ![]() ![]() Istirahat dulu ah di bale2 pondok blakang, capek habis latihan sepakbola... Salam Pukulan Angin Sepoi2 sajalah.... |
|
|
03-04-2009, 11:07 AM
|
#2876 |
|
newbie
UserID: 744209
Join Date: Mar 2009
Posts: 24
![]() |
Semua manusia bisa mempelajari dan melatih Tenaga
Dalam, hanya perlu ketekunan dan keyakinan. Tenaga dalam metafisika adalah bagaimana kita merangkum atau mengumpulkan sebanyak mungkin ion-ion negatif ke dalam tubuh dalam bahasa lainnya disebut PRANA, lalu disimpan di dalam tempatnya untuk diproses yaitu di bawah pusar dan di-atasnya ANU, ya si ANU lalu disebutlah PELXUS SOLARIS (ilmiahnya kali). Latihannya sih sederhana... 1. Latihan Meditasi dulu, sampai setenang mungkin, seolah-olah segala pikiran dunia hilang, hanya satu pemusatan yaitu Gusti Allah yang Maha Pencipta. 2. Latihan pernafasan, 8x denyut nadi dihirup, tahan 4x denyut nadi, dan lepaskan 8x denyut nadi, dilakukan sampai... sehalus mungkin. 3. Tingkatkatkan menjadi 16x, 32x sampai batas maksimum anda. 4. Ditingkat 8x, kalau latihan secara rutin 1 minggu, udah terasah tuh di Pelxus Solaris hangat rasanya......., itu berarti sidikit anda mulai bisa. 5. Ditingkat yang sudah bagus dalam olah pernafasan, di Plexus Solaris bukan lagi hangat, tetapi seperti ada gelitikan SEMUT..., nah geletikan inilah... terserah mau kita alirkan kemana..., ke tangan, kaki, atau mana saja... ASAL jangan ke MATA kalau anda belum menguasai benar... Kalau sudah begini, coba teman anda suruh memukul anda, lalu anda dorongkan tangan anda, pasti teman yang memungkul gak akan kesampaian, karena ya tubuh anda sudah mengeluarkan getaran-2 listrik tadi (ion-ion) tadi..... atau ambil sebalok ES, insya Allah, cuma tangan ditempel aja... langsung remuk.... (Beda lho kayak di KARATEDO, KYUKUSINKAI, bisa memecahkan Balok ES, Besi Pir, kayak demo-demo itu, meski mereka mengakui ya ini Tenaga Dalam) tapi tetap ya Tenaga Luar dan latihan tekun aja menurutku... hehehehe MERAGA SUKMA..., ini ilmu sudah banyak yg bisa, KYAI-2 itu masih ada yang menguasai... biasanya orang-2 TASAWUF (ilmu Hakikat). Ditingkat ini, anda harus belajar dulu Tazkiyatun Nafs biar benar-benar bersih.... (Kata Eyang Sinto, bagaimana bisa, meliha cewek cantik aja masih ngiler.....) hehehehe Kalau pendekar-2 mau belajar ini... kunci awalnya.... harus ada GURU... yg membimbing... Bagaimana jadinya, ketika ROH anda keluar, kemudian masuk tidak tepat pada waktunya.... ya bisa miring, bisa edan, bisa gendeng.... Hehehhehe.... kok ngoceh sendiri..... Kalau kurang jelas, via japri aja... (saya kasih kitab-nya) ....
|
|
03-04-2009, 11:56 AM
|
#2877 | |
|
newbie
UserID: 594560
Join Date: Nov 2008
Posts: 58
![]() |
Quote:
Sabda Pandita RAtu sudah saya upload di situs Kang Dimhad... |
|
|
03-04-2009, 01:04 PM
|
#2878 | |
|
kaskus holic
UserID: 281638
Join Date: May 2007
Location: Jakarta
Posts: 765
![]() |
Quote:
![]() ![]() tapi caranya ngitung denyut nadi gimana....?? piss.....
|
|
|
03-04-2009, 01:13 PM
|
#2879 |
|
kaskuser
UserID: 719535
Join Date: Mar 2009
Location: Kota Bitung
Posts: 159
![]() |
Horee.... Sabdanya sudah keluar Thx bro |
|
03-04-2009, 01:19 PM
|
#2880 |
|
kaskus holic
UserID: 281638
Join Date: May 2007
Location: Jakarta
Posts: 765
![]() |
horeeee jugaaaa......... sobatmike memang TopMarkotop GuMarsogud....... ditunggu si Jabriknya......he...he.... ![]() ![]() ![]() piss pastinya...... |
|